LifestyleNasionalOpini

Sejarah Gorden dan Fungsinya dari Dulu Sampai Sekarang

baktos.com – Sejarah Gorden dan fungsinya dari dulu sampai sekarang. Seperti yang kita ketahui bersama, fungsi gorden atau hordeng yaitu untuk mencegah sinar matahari dan menutup sinar matahari masuk kedalam ruangan rumah yang dapat mengganggu aktivitas.

Selain itu dari segi keamanan dan privasi pun dengan adanya gorden dapat menutupi semua kegiatan yang ada di dalam rumah kita. Bisa dibayangkan, apabila tidak adanya sebuah gorden apa jendela rumah kita pastinya rumah kita akan terkesan fulgar dan kerahasiaannya tidak terjaga dengan baik.

Untuk lebih mengenal apa itu Gorden atau hordeng nah tinggal kita terusin bacanya. Gorden adalah sepotong kain yang digunakan untuk menghalang atau mengurangi cahaya yang masuk dari luar jendela dan juga untuk menutupi pemandangan dalam maupun luar rumah melalui jendela. Dalam bahasa inggris tirai disebut dengan curtain atau drape (khususnya di Amerika).

Dikutip dari berbagai sumber Tirai atau gorden memiliki sejarah yang panjang, sepanjang terciptanya tekstil itu sendiri. Pada zaman dulu, tirai atau gorden pertama yang digunakan terbuat dari kulit hewan dan biasanya tirai tersebut digantung di atas atau dekat pintu.

Karena tirai ini terbuat dari kulit binatang, maka tirai tersebut agak kaku dan tidak begitu nyaman tentunya untuk digunakan.

Dilansir dari halaman kaksus Penduduk asli Amerika Utara pada waktu itu telah menggunakan tirai yang terbuat dari kulit binatang untuk dijadikan tenda.

Pintunya dirancang sedemikian rupa agar terbentuk seperti gorden lipat supaya mereka bisa keluar masuk. Selain itu ‘pintu gorden’ ini juga berfungsi untuk mencegah debu, serangga atau kotoran kotoran lain yang masuk.

Berkembangnya produksi tekstil, seperti penenunan dan dyeing, evolusi tekstil rumah tangga khususnya untuk kehangatan seperti selimut, tirai, dsb tidak kalah cepat majunya jika dibandingkan dengan berkembangnya pada pakaian. Tekstik pada awalnya terbuat dari linen dan rami, seperti yang digunakan pada Mesir kuno, kemudian diikuti dengan wol, katun dan sutra.

Meskipun peradaban kuno Timur di Persia, Cina dan India telah lama memproduksi tekstil dan digunakan sebagai pintu atau batas untuk memisahkan ruangan dan juga sebagai penutup suatu bagian ruangan yang terbuka, ide-ide ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diaplikasikan ke rumah-rumah Eropa dan Amerika.

Selama masa Perang Salib, perdagangan dengan budaya kuno ini telah memberikan contoh contoh tekstil tenunan berkualitas yang dibawa ke Eropa. Selama berabad-abad, area produksi tekstil di Belanda, Italia, Inggris dan Perancis menjadi terkenal akan sutra, wol katun, dan linennya yang terinspirasi oleh budaya Timur dan yang kemudian diadaptasi untuk selera orang Barat.

Di abad pertengahan, kain sangatlah mahal dan hanya orang orang kaya atau berasal dari kelas atas saja yang dapat memiliki barang-barang tersebut. Tapi setelah era industri dan pengembangan perdagangan tekstil, harga kain mulailah terjangkau.

Pada zaman Renaisans, meningkatnya jumlah rumah mulai terlihat lebih mirip dengan rumah pada hari ini. Banyak dari rumah rumah tersebut juga memiliki jendela kaca tapi tanpa penutup sehingga cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa.

Untuk sebuah kehangatan dan privasi, orang orang mulai menggunakan kain yang digantung yang kemudian lama lama disebut juga dengan tirai atau gorden. Dan ini juga sekaligus ikut membantu berkembangnya industri tekstil dan membuat harga tekstil turun lebih drastis.

Sekarang kita bisa menemukan beraneka ragam bentuk, model dan bahan tirai yang cantik, dari yang kecil, besar, lebar, halus, lembut sampai ke yang menguras banyak uang untuk memilikinya. Tirai bisa dikategorikan sesuai pada kemudahan pembersihannya, penyerapan suara, tahan api, daya tahannya terhadap ultraviolet, retensinya terhadap minyak atau debu, keawetannya dan sebagainya.(*”)

Selengkapnya

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Membuka Pemblokiran Iklan Anda