Opini

Penyebab perselingkuhan terjadi dalam Rumah Tangga

Perselingkuhan dalam rumahtangga, apakah murni kesalahan pelakor ? Simak Penjelasannya berikut ini

Perselingkuhan dalam rumah tangga maupun pacaran bukan kesalahan satu pihak saja, namun kedua pelaku perselingkuhan, yaitu peselingkuh dengan pelakor atau senior/pebinor.

Kata Pelakor merupakan sebutan untuk wanita yang merebut suami atau lelaki orang, sedangkan Senior sebutan untuk laki-laki yang senang terhadap istri orang atau pebinor di artikan sebagai perebut bini orang.

Praktek perselingkuhan tentu di dasari oleh kesempatan pelaku dalam menjalani tindakan perselingkuhan. Setiap tindakan perselingkuhan tentu di dasari oleh kesempatan antar pelaku, bukan hubungan satu arah saja.

Perselingkuhan merupakan tindakan yang egois dan tidak bertanggungjawab. Seorang yang melakukan perselingkuhan tidak menghargai pasangannya.

Jika menemukan permasalahan dalam hubungan rumahtangga, selingkuh bukanlah keputusan yang tepat. Permasalahan dalam hubungan rumah tangga dapat diselesaikan dengan obrolan atau diskusi dengan pasangan.

Jika dalam sebuah hubungan rumah tangga ada sebuah permasalahan dan tidak kunjung selesai ada kemungkinan salah satu pasangan akan melakukan perselingkuhan karena tidak mendapatkan apa yang dia harapkan, karena perselingkuhan terjadi bukan hanya masalah seksual saja.

Oleh karena itu, perselingkuhan ada karena reaksi dua pihak, yaitu seseorang yang berselingkuh dan partner yang menjadi selingkuhan. Kedua orang ini dapat dikatakan merupakan individu yang egois dan tidak menghargai pasangan.

Praktek perselingkuhan saya rasa juga merupakan cermin manusia yang tidak dapat bertanggungjawab atas pilihan pasangannya. Jika anda memilih menikah atau pacaran dan kemudian dalam perejalanan rumahtangga anda merasakan hubungan yang tidak lagi hangat, maka pilihan untuk berselingkuh bukan jalan keluar terbaik, saling mengingatkan dan intropeksi diri karena ini bagian yang paling penting dari menjaga hubungan rumah tangga. (*)

Selengkapnya

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Membuka Pemblokiran Iklan Anda