Idul Adha, ini Doa yang dibaca Rasulullah SAW dan Keutamaan Berkurban

baktos.com – Idul Adha, ini doa yang dibaca Rasulullah SAW dan Keutamaan Berkurban. Pada hari raya Idul Adha, selain dianjurkan melaksanakan shalat Idul Adha, bertakbir, berkurban, kita juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah.

Dikutip dari laman BincangSyariah.com Tentu kita boleh berdoa apa saja, namun lebih utama jika kita berdoa seperti doa Rasulullah pada hari Idul Adha. Berikut adalah doa Rasulullah Saw di hari raya Idul Adha;

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، فَاكْفِنِي شَأْنِي كُلَّهُ ، وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Ya hayyu ya qoyyum la ilaha illa anta birohmatika astaghitsu fakfini sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi thorfata ‘ainin.

Wahai zat yang Hidup dan Mengurusi semua makhluk, tiada Tuhan selain Engkau, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan, cukupkan padaku semua urusanku dan dan jangan Engkau pasrahkan diriku kepada kemampuanku sendiri walau sekejap mata.

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani dari Jabir bin Abdillah, dia berkata;

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى الْقَرْنِ يَعْنِي قَرْنَ الثَّعَالِبِ يَوْمَ النَّحْرِ وَهُوَ يَقُولُ :  يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ  بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ فَاكْفِنِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Saya melihat Rasullullah Saw sedang berada di atas tanduk pada hari kurban (Idul Adha) sambil beliau berdoa; ‘Ya hayyu ya qoyyum la ilaha illa anta birohmatika astaghitsu fakfini sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi thorfata ‘ainin.’

Menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyriq merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berdasarkan hadis Rasulullah terdapat banyak sekali keutamaan Qurban. Di antara lain  keutamaan kurban sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut; 

Keutamaan Qurban Menurut Hadis Rasulullah

Pertama, berkurban merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah untuk dikerjakan di hari Idul Adha atau hari-hari tasyriq. Keutamaan qurban ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Sayidah Aisyah, Nabi Saw. Bersabda;

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah dibanding mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. 

Dan sungguh darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.

Kedua, keutamaan qurban mendapat pahala dan kebaikan sebanyak bulu hewan yang dijadikan kurban. Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Zaid bin Arqam, dia berkata;

قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الأَضَاحِىُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ. قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ. قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنَ الصُّوفِ حَسَنَةٌ.

Para sahabat bertanya kepada Nabi Saw; Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini? Beliau menjawab; Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Nabi Ibrahim.

Mereka bertanya; Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya? Beliau menjawab; Setiap rambut terdapat satu kebaikan.

Mereka berkata; Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah? Beliau menjawab; Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.

Tiga, keutamaan qurban selanjutnya, menghapus dosa kecil. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Hakim dari Imran bin Hushain, Nabi Saw bersabda;

يَا فَاطِمَةُ قَوْمِي إِلَى أُضْحِيَّتِكَ فَاشْهَدِيهَا فَإِنَّهُ يُغْفَرُ لَكِ عِنْدَ أَوَّلِ قَطْرَةٍ تَقْطُرُ مِنْ دَمِهَا كُلُّ ذَنْبٍ عَمِلْتِيهِ وَقُولِي: إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهُ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ . قَالَ عِمْرَانُ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا لَكَ وَلِأَهْلِ بَيْتِكِ خَاصَّةً – فَأَهْلُ ذَاكَ أَنْتُمْ – أَمْ لِلْمُسْلِمِينَ عَامَّةً؟ قَالَ لَا بَلْ لِلْمُسْلِمِينَ عَامَّةً

Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan kurban, karena sesungguhnya setiap dosa yang telah kamu lakukan akan diampuni dalam setiap tetesan darah yang mengalir dari hewan kurban tersebut. 

Kemudian katakanlah; Sesungguhnya shalatku, ibadahku (kurban), hidupku dan matiku hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang berserah diri.

Imran bin Hushain berkata; Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah keutamaan ini hanya khusus bagimu dan keluargamu, atau kepada seluruh umat Muslim?. Nabi Saw menjawab; Tidak, tapi untuk seluruh kaum Muslim.

Dengan demikian, berdasarkan tiga hadis di atas, terdapat banyak keutamaan kurban, di antaranya adalah dicatat sebagai amalan terbaik di hari Idul Adha yang paling dicintai Allah, mendapat kebaikan sebanyak bulu hewan kurban dan mendapatkan ampunan dosa.

Itulah penjelasan keutamaan qurban menurut hadis Rasulullah. Seyogianya kita sebagai umat muslim, yang mencintai Nabi menyisihkan sebagian hartanya jika mampu untuk berbagi pada hari Raya Idul Adha. Pasalnya, keutamaan kurban sangat banyak nilainya.

Buat kalian siapa ini yang siap-siap berkurban di Idul Adha tahun ini biar terus menambah keimanan kita. Semoga bermanfaat. (**)