Film

Film Sianida Cerminan Penanganan Hukum Indonesia (Part 2)

baktos.com – Lanjutan part 1 alur film serial drama Sianida Setelah mendapat informasi, Dita polwan Catik itu juga langsung menelusri latar belakang dari David suaminya Korban dan mendatangi lagi kafe tempat minum kopi korban.

Langkah itu teryata membuahkan hasil mendapat beberapa petunjuk, kegiatan korban sebelum menghebuskan nafas terahirny. Walaupun Dita sempat adu jotos dengan sejumlah preman yang menyerangya.

Berkat kerja keras Dita polisi Junior yang dipadang sebelah mata oleh seniornya status tersangka mulai mengarah kepada David, dan polisi langsung menangkapnya, namun karena saat intrograsi David tidak mau mengakui dan ada yang datang atas nama pengecara David, akhirnya diapun bebas dari jeratan hukum lantaran tidak ada bukti-bukti yang menguatkan david sebagai pelaku pembunuhan.

Sementara Jenny yang di tahan di sel banyak yang menyerang mencoba melakukan pembunuhan pada dirinya. Banyak orang-orang suruhan David, mencoba membunuh di sel tahanan namun selalu gagal. Melihat kondisi ini betapa mudahnya orang-orang kaya memerintah orang masuk ke sel untuk melakukan pembunuhan. Hasan pengecara Jenny sampai melakukan protes pada pihak kepolisian terkait kondisi keselamatan kliennya.

Yang paling membingungkan adalah ketika David bebas dari jeratan polisi dia malah bunuh diri. Kepolisian makin dibuat bingung karena dianggap David adalah otak pelakunya namun malah bunuh diri. Usut punya usut David teryata di bunuh hasil dari keterangan tim forensik dari kepolisian.

Namun kebingungan kepolisian terpecahkan dari polwan Cantik bernama Dita, dia yang dari awal selalu berbeda pendapat denang atasan dan seniornya banyak memberikan jalan keluar dalam mecahkan kasus tersebut. Mulai dari melakukan penyelidikan kembali ke Kafe korban minum kopi dan kembali memeriksa barista kafe. Sampai muncul titik terang yang bisa membongar kasus kopi yang di campur Sianida.

Apa yang selama ini dianggap sepele dari prediksi yang dilakukan oleh Dita hampir 90 peresen benar. Membuktikan bahwa tidak selamanya polisi junior itu kemampuan tidak baik atau kurang berpengalaman. Buktinya atasan dan polisi senior malah banyak mengalami kegagalan dalam menentukan tersangka atau pelaku pada sebuah kasus. Karena itu tidak sedikit pada ahirnya polisi salah tangkap dan salah dalam menentukan tersangka.

Dalam filem ini juga membuktikan bagaimana peran kuasa hukum dalam mendampingi kliennya. Hasan adalah sosok kuasa hukum yang jeli dalam menangani kasus kriminal itu. Bahakan ia mampu memberikan pendapatnya dan memperngruhi polisi, sosok pengecara yang sederhana namun ulet dalam menangani kasus.

Kesimpulanya

Pihak kepolisan kerap enggan memperdalam penyelidikan sebuah kasus apa lagi jika pelakunya orang berduit. Biasanya nanya mencari bukti-bukti yang gampang terlihat saja. Sementara kalau kata Hasan Hutapea, SH pengecaranya Jenny “Sesuatu yang nampak bukan berarti itu benar.”

Meski sama-sama penegak hukum antara polisi dan pengecara dua profesi ini kadang selalu berdeda faham dan pendapat, dua-duanya belum tentu benar dan salah krena hanya hakim yang bisa menentukan salah dan benar seorang tersangka. Buat kalian yang penasaran toton aja serial drama berjudul Sianida. (**)

Selengkapnya

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Membuka Pemblokiran Iklan Anda